Kamis, 15 September 2016

Lost in Malang

*Ini sebenernya kejadian bulan Maret lalu, tapi lupa dipublish, hehe.. enjoy!


Keluarga kami suka ngebolang tanpa GPS di luar kota. Ibu biasanya menjadi petunjuk jalan kami. Ketika Ibu tidak ikut, beginilah isi percakapan kami selama perjalanan kembali ke hotel:

Bapak: "Rasanya jalan ini familiar."
Ara + Elan: "Hmm... iya ya..."
Bapak: "Kita tadi waktu berangkat lewat sini?"
A + E: saling pandang, serentak menjawab "Nggak."

Bapak bingung.

Ketika melewati jalanan turun...
Bapak "Aha! Bapak ingat kalau ada turunan. Bapak tahu sekarang."
Ara: "Bapak tahu jalan pulangnya?"
Bapak: "Bapak tahu... tahu kalau kita tersesat."

😅😅😅

Elan: "Yasudah kita pakai Google Maps saja kalau begitu."
Bapak: "Oke, tolong search jalan pulang ya, Mas."
Elan: "Tujuannya kemana pak?"
Bapak: "Ke hotel kita tadi."
Ara: "Bentar, nama hotel kita apa ya?"

Kami lupa nama hotelnya... hotel tersebut dipesankan oleh panitia, semalam kami diantar panitia sampai hotel, ketika check in kami sudah ngantuk, terima kunci, langsung jalan ala zombi ke kamar dan tidur.

Zonk.

Land of The Rising Sun - departure day

It's the d-day!

Professionals, social entrepreneurs, students and community developers from various parts of Indonesia were gathered at Soekarno Hatta International Airport 5 hours prior to the departure time to collect our passports and visas as well as having brief explanation about the journey. There are people from Bali, Flores (East Nusa Tenggara), Kendari (Southeast Sulawesi), Temanggung (Central Java), Banjar (West Java), Bogor (West Java), and many more. Indonesia is a really wide country. It's often referred to as the world's largest archipelago. If there's no such event, it would be difficult to meet each one of them in a short period of time due to the distance and time availability.

Anyway, I was soooo excited to spend the next 8 days with these great people who share the same interest on villages!


See that giant tosca "wardrobe" on the right? I thought that everyone will bring the big luggage, just like me, since we'll stay there for more than a week, but turned out to be mine is the largest among all. Well, saya nggak suka yang setengah-setengah, kalau kecil ya kuecil sekalian, kalau besar ya pakai yang pualing buesar (padahal emang nggak punya koper ukuran medium hahaha).

Small things that can help others.

As the founder and owner of UR Travelearner, I used to arrange the itinerary, manage the documents and guide a group of 15-20 people on a trip. Being on a trip with around 15 people today had triggered my "tour guide" soul to help other participants to make the trip more convenient. This is a great chance to make friends with others. 

We waited near the check-in counter around 10 minutes before the check-in time. Soon as the officer arrived, I told them that we would like to have a group check in and asked what should we do next. They instructed us to gather around one counter, together with our baggage. Mbak Sisca, the group leader, and I then collected the passports of all participants and gave it to the officer once the counter has opened. Yes, most of the time you only need to show your passport for check in, no need to print your booking code or receipt. Anyway, collecting others' passports had helped me to remember the name of each participants, hehehe...

Well, there are a lot of small things that can we do that give benefits to others, and many of them don't require big effort or cost.

Info seputar group check-in.
  • Di beberapa bandara, pada maskapai tertentu, terdapat counter khusus group check-in.
  • Berat seluruh bagasi akan diakumulasi jadi satu. Tidak masalah jika ada salah satu bagasi yang over-weight jika ada anggota lain yang masih memiliki jatah bagasi. Misal ada 10 orang dalam 1 grup. Masing-masing penumpang mendapat jatah 20 kg. Berarti, berat maksimum bagasi dalam grup tersebut adalah 10 x 20kg = 200 kg. Tidak apa jika ada satu penumpang yang membawa lebih dari 20 kg, asalkan jika diakumulasi semua barang dalam 1 grup tsb kurang atau sama dengan 200 kg. *entah kenapa di tangan saya penjelasannya jadi rumit 
  • Bagasi akan diatasnamakan perseorangan, tidak grup. Satu-persatu penumpang akan dipanggil untuk identifikasi tanda pengenal sambil membawa barang yang akan dimasukkan ke dalam bagasi pesawat.
"Ke Jepang dari Hongkong?!" literally.

Kami transit di Hongkong selama kurang lebih 5 jam sebelum terbang ke Fukuoka, Jepang.

Pagi-pagi sudah ramai.
Antre beli sarapan di satu-satunya warung halal yang kami temui di bandara: Popeye.
Kacanya guede dan luebar, bagus untuk siluet.
Suasananya mengingatkan saya akan Singapura.
Menunggu pesawat ke Fukuoka.

Finally, our plane had arrived here. Time to board the aircraft. See you in the next 4 hours, Japan!

Senin, 22 Agustus 2016

Land of the Rising Sun - preparation day

As the marketing director of Spedagi – bamboo bike for village revitalization, I was invited to talk about the business aspect of our bamboo bike project on the 2nd International Conference on Village Revitalization (ICVR) held in Ato Village, Yamaguchi, Japan. This would be the first time I set foot in the Land of the Rising Sun.

One week before the departure, I listed down the items that should be brought to Japan and packed them soon. I usually pack my belongings just one day before going on a trip, but this time was different. Since it's my first experience traveling to Japan and I had another event and appointment in 2 different cities before flying there, I need to be well-prepared to avoid any rush or left-behind things.

It seems that there were always something that I forgot to put in or need to do during the preparation until I consider myself to be done and ready to go. It felt so calm when we are well-prepared.

I was wondering... what if we knew when we will leave this world, forever, just like when we know the schedule of our upcoming trip? Would we prepare long before the d-day? One day, would, or perhaps, could I consider myself to be done and ready to go?

I imagine that I would have numerous things to do and it would increase as time goes by approaching the d-day. Still, we could manage the schedule, when will we do this and that, if we knew the time. Yet in fact, we don't know when we will die. Does the preparation become more dense? Or will we even prepare for this special trip?

Well, let's just do our best.
"The best preparation for tomorrow is doing your best today." - H. Jackson Brown Jr.
Live our lives as if we will depart tomorrow, or even in the next second.


*anw, ini kenapa malah jadi tulisan motivasi hidup?

Minggu, 28 Februari 2016

Budaya Pamit

Selepas Shalat Maghrib berjamaah, kami melanjutkan kegiatan masing-masing – saya dan Dik El naik ke lantai atas, membuka kembali laptop kami untuk menyelesaikan tugas yang terhenti ketika memasuki waktu terbenamnya matahari, sedangkan Bapak dan Ibu berkantor di lantai bawah. Suara percakapan Bapak dan Ibu terus terdengar ketika kami menaiki tangga, menyeberangi jembatan (yes. literally. jembatan. di dalam rumah), dan sampai di sebuah panggung kayu berpagar yang tepat berada di atas ruang kerja Bapak dan Ibu.

Seperti anak muda pada umumnya, kami gemar mendengarkan lagu ketika berlaptop ria. Headset tertancap di kuping kami masing-masing, menyamarkan suara-suara dari lantai bawah. Tak terasa sudah 45 menit kami duduk terpaku pada laptop, sesekali kami meneguk air putih dari botol yang terletak di samping kami. Sebentar lagi adzan Isya', kami segera mematikan playlist lagu di YouTube dan melepas headset. Terdengar suara ketikan laptop Ibu yang diselingi percakapan singkat dengan Bapak. Selepas adzan Isya', kami tetap berada di atas, berencana untuk sholat setelah menuntaskan tugas, dan lagu pun kembali diputar. Setengah jam kemudian, saya akhirnya menyelesaikan (atau lebih tepatnya menganggap selesai untuk sementara) satu artikel untuk ditambahkan di website URtravelearner. Berhubung botol minum saya juga sudah kosong, saya memutuskan untuk turun ke bawah.

Hening, sunyi senyap.

Dimana Bapak dan Ibu? Kucari di setiap ruangan lantai bawah... tidak ada. Bisa dipastikan beliau berdua tidak pergi keluar karena kami memiliki kebiasaan pamit setiap kali akan pergi. Adalah sebuah hal yang perlu dicurigai jika ada anggota keluarga yang tidak ada di rumah tanpa pamit. Atau jangan-jangan tadi Bapak dan Ibu pamit tapi kami tidak mendengarnya karena asyik mendengarkan lagu dengan headset? Saya menanyakan kepada Dik El, apakah tadi mendengar suara Ibu atau Bapak pamit? Karena beliau berdua tidak ada di bawah. Dia malah terkejut dan menanggapinya dengan serius. Dik El akhirnya turun ke bawah, menemani saya mencari orangtua kami (berasa di sinetron putri yang tertukar, mencari keberadaan orangtua asli mereka, hahaha).

Samar-samar, kami mendengar suara seorang perempuan menahan tawa dari halaman belakang yang gelap gulita karena lampu tamannya mati, konslet terguyur hujan deras. Ternyata oh ternyata... Ibu dan Bapak sedang duduk-duduk di gazebo selepas Shalat Isya'. Di tengah kegelapan taman, hanya mukena putih Ibu yang terlihat jelas dari dalam ruangan.

Rabu, 24 Februari 2016

Pentil Ban Motor

Hai Sedulur,

Udah lama si anak tengah ini nggak nulis blog. Mungkin halamannya sudah ditumbuhi rumput liar dan berandanya dipenuhi debu dan sarang laba-laba. Hingga akhirnya ada Mbak dan Mas yang secara kebetulan di hari yang sama tanpa janjian (apa coba kalo bukan sehati namanya Æª(˘⌣˘)ʃ ulala) mengirim pesan ke saya dan membuat saya bersemangat lagi untuk kembali menulis, berbagi pengalaman, menebarkan pesan positif lewat blog yang sukacita ini  (ノ ̄³ ̄)╯*bunga bertaburan. Maturnuwun.

So, saya akan memulainya dengan tulisan berjudul "Pentil Ban Motor":

Malam ini, Ibu bercerita tentang pengalamannya saat berkunjung ke School of Life Lebah Putih (LP) tadi siang, hingga beliau teringat akan kejadian beberapa waktu silam tentang murid-murid kelas 2 SD di sekolah milik beliau tersebut.

Secara rutin, 1 minggu sekali, kakak-kakak** LP berkumpul di Padepokan Margosari (sekitar 1,5 km dari LP) untuk evaluasi dan diskusi rencana satu minggu ke depan. Biasanya, kakak-kakak selalu datang tepat waktu, namun Senin sore ini tidak biasa: tak ada seorang pun yang hadir di ruang pertemuan hingga 30 menit setelah waktu yang ditentukan. Ibu heran, dimana kakak-kakak LP sore ini? Setelah ditelisik, ternyata rapatnya pindah ke tukang tambal ban! Seluruh kakak bersabar dengan hati gusar, menanti sang bapak menambal ban motornya yang bocor. Ada apa gerangan? Tetiba semua ban motor kakak LP bocor.


Lewat telepon, seorang kakak bercerita bahwa ketika jam istirahat, anak-anak kelas 2 bermain di dekat parkiran, kemungkinan mereka mengutak-utik motornya dan menggembosi ban motor dengan paku yang ditemukan di sekitar parkiran. Apakah mereka anak-anak nakal? Eit, jangan cepat-cepat memberi "label negatif" pada anak. Kita perlu caritahu apa maksud atau alasan yang mendasari perbuatan tersebut.

Keesokan harinya, Ibu datang ke Lebah Putih dan mengobrol dengan murid kelas 2. Ketika ditanya mengenai ban yang bocor, seorang anak menjawab:

"Kami penasaran tentang pentil ban sepeda motor, Bu. Apa fungsinya? Apa yang akan terjadi jika tutupnya kami lepas? Kemarin kami bereksplorasi dengan motor-motor yang ada di parkiran."

Murid yang lain menyahut, "Tidak hanya pentil, kami juga melakukan percobaan menancapkan paku ke ban motor. Ternyata tidak meledak seperti kalau kita menancapkannya ke balon."

Ternyata oh ternyata, itu semua bagian dari Intellectual Curiosity mereka yang sedang berkembang.



**di Lebah Putih, kami menyebut Guru dengan panggilan "Kakak".

Kamis, 01 Agustus 2013

Happy sweeeeet 17!!


Happy sweet 17 mbak enes! :D
Thank you for being a great sister for me (and Elan :p)
You're special. You're a sister who fights with me, plays with me, laughs with me, shout at me, and annoys me, but you still love me. You're my best friend and I LOVE YOU, my dear sister. You're an amazing friend that stands by me and supports me, giving every piece of your heart.
Happy birthday, sis! love yaaaaa! muaah :* :*

Kamis, 23 Mei 2013

Perantau

Sejak tanggal 10 Mei 2013 aku resmi jadi perantau. Merantau ke negeri orang, negeri tertib dan disiplin, negeri makmur tapi emotionless, negeri kecil nan mungil, negeri singa muntah, Singapura. Yup, sekarang aku sedang melanjutkan studiku di Singapura. Hari Senin tanggal 27 Mei 2013 akan menjadi hari pertamaku sekolah.

Aku berangkat ke Singapura dengan keluarga dan rekan kerja orang tuaku. Ya, perusahaan orang tuaku mengapresiasi unit-unit usaha yang berkembang baik dengan piknik ke Singapura. Kami sampai di Singapura pada tanggal 29 April 2013. Setelah piknik selama 3 hari, rekan-rekan kerja orang tuaku kembali ke Indonesia bersama ayah dan kakakku*. Ibu, Dik Elan, dan aku tetap tinggal di Singapura untuk mengurus administrasi sekolah. Kami tinggal di sebuah apartemen yang aku, kakakku, dan 2 orang temannya sewa bersama. Kebetulan lokasinya di tengah kota, sangat dekat dengan sekolahku, bisa ditempuh dalam waktu 10 menit apabila kita berjalan.
*Kakakku seharusnya juga sekolah di Singapura, tapi sedang liburan jadi pulang ke Indonesia.

Aku tidak merasakan perbedaan antara di rumah dan merantau di Singapura, serasa masih sekedar piknik, hanya waktunya lumayan lama. Mungkin itu karena ibu dan adikku masih berada di Singapura, meramaikan suasana. Perasaan piknik itu ternyata tidak lama, sampai tiba hari dimana ibu dan adikku harus pulang ke Indonesia. Malam sebelum ibu pulang, beliau mendekapku selama tidur. Mungkin ini terakhir kalinya aku dikeloni ibu saat tidur. Dalam beberapa bulan kedepan aku harus hidup mandiri, cuci baju sendiri, masak sendiri, setrika baju sendiri, bahkan ketika sakit pun aku harus tetap melakukan semuanya sendiri ( ya Allah semoga aku dan kakakku sehat terus selama di Singapur...).

Pagi-pagi sekali, ibu dan adikku sudah siap untuk berangkat ke bandara. Ketika kami bertiga sedang menikmati sarapan, tiba-tiba bel tanda kebakaran berdering kencang. Aku kaget, kukira bunyi telepon. Kuangkat telepon rumah, tapi suaranya masih juga terdengar. Ketika kubuka pintu apartemen suaranya makin kencang. Aku berlari ke kamar, menyelamatkan semua dokumen berharga. Kumasukkan semuanya ke dalam tas. Lututku bergemetar. Panik. Terbersit pikiran untuk membatalkan pulang kali ini di hati ibu. Ketika kami semua sudah siap berlari keluar, sirine kebakaran itu berhenti. Lega rasanya...

Kami bertiga pun melanjutkan sarapan kami yang tertunda dan segera berangkat ke bandara. Sesampainya di bandara, kami segera check in dan photo bersama. Ibu membuatkan list kegiatan harian yang harus aku laksanakan dari bangun tidur sampai tidur lagi, hanya untuk mengingatkan agar aku tidak lupa melaksanakannya, seperti menyapu, memasak air minum, mematikan semua saklar dan stop contact, dll. Ibu juga menuliskan kegiatan mingguan yang perlu aku lakukan, seperti menyuci baju, setrika, dan belanja.

Kami pun berpisah di bandara, dengan posisi aku yang mendadahi ibu dan adikku, agar aku tidak sedih dan tidak merasa ditinggal. Aku pulang menggunakan mrt yang berada di basement terminal 2 dan 3 Changi Airport. Sesampainya di lobby apartemen, kutanya satpam kenapa sirinenya bunyi tadi pagi, ternyata karena seesorang merokok dan asapnya mengenai sensor asap maka berderinglah sirine itu. Rasanya tenang setelah mendengar penjelasan satpam. Aku pun naik ke apartemenku, kubuka pintu, h e n i n g. Hanya ada aku dan bayanganku. Untuk meramaikan suasana aku chatting dengan bapak dan kakakku. Masih bosan, akhirnya aku pun menyalakan laptop dan menonton film.

Pukul setengah 4 sore, filmnya sudah selesai, kumatikan laptopku dan kulanjutkan chatting dengan bapak dan kakakku, ditambah ibuku yang sudah mendarat di Indonesia. Ketika sedang santai-santai di kamar sambil chatting-an, tiba-tiba bel kebakaran berdering lagi. Aku kaget, kali ini lebih takut, karena hanya sendiri, takut, iya, deg-degan, iya, apalagi sertifikat asuransiku di Singapura belum keluar, tapi panik, tidak, karena aku tahu harus melakukan apa. Kuulangi hal yang sama seperti tadi pagi, memasukkan semua dokumen penting, hp, dan uang ke dalam tas dan siap berlari menuruni tangga darurat. Saat akan berlari keluar kamar, belnya berhenti. Kecut!! Antara marah, kesal, sedih, takut, bercampur aduk. Aku pun menangis, nggak tau kenapa nangis, tapi pengen aja. Sejak ditinggal ibuku tadi pagi, baru sore ini aku menangis, dan itu bukan karena ditinggal ibu, tapi gara-gara takut, lebih tepatnya trauma dengan bunyi bel. Sesaat sesudah itu aku merasakan betapa sunyinya apartemenku setelah bel berhenti berdering. Aku mau mandi, takut belnya berdering lagi, aku mau masak untuk makan malam, takut belnya berdering lagi. Akhirnya aku hanya menenangkan diri di dalam kamar sambil terus chatting dengan keluargaku. Setelah tenang, aku pun mandi sambil membawa handphone ku ke dalam. Karena masih trauma dengan bel, aku memutuskan tidak memasak, akhirnya aku makan malam dengan buah, roti, dan susu. Tidak lupa juga aku mendownload aplikasi android yang berisi emergency number di Singapura.

Malamnya, aku tidak berani tidur, takut belnya berdering lagi. Ibu dan bapak meyakinkanku bahwa tidak akan terjadi apa-apa jika aku tidur. Bapakku berpesan untuk siaga, menyiapkan semua dokumen di dalam tas dan tidur memakai piyama panjang. Barangkali belnya berdering lagi, langsung bangun, tarik nafas, minum air putih, pakai jilbab, dan keluar membawa tas tersebut. Sedangkan ibuku berpesan: "Tenang aja mbak, nanti kalo sirinenya bunyi lagi, bangun, tarik nafas, minum air putih, dan tidur lagi. Nggak usah dipikirin." #lol

Setelah sikat gigi, kumatikan semua saklar dan stop contact, aku pun langsung ke tempat tidur dan menarik selimutku. Namanya juga ara, bilangnya sih takut tidur, tapi kalo lampu udah dimatiin yaaaa... langsung tidur dengan sangat pulas.

Tragedi trauma bel pun selesai. Esok paginya, aku sudah tidak takut lagi dan sudah lupa dengan trauma bel :P menjalani hari seperti biasa, memasak seperti biasa. Aku berkenalan dengan teman-teman mbak Enes dan olahraga bersama. Aku juga main ke tempat berkuda sekalian riding lesson di sana. Ternyata seru juga ya merantau! Serasa udah jadi anak gede, hehehe...

Maaf kalau ada bagian sedih dalam cerita di atas, menodai blog suka cita ini :P wkwkwk. Walaupun nama blog ini sukacita, tapi tidak selamanya isinya terus cerita bahagia. Hidup ini ada naik dan turun. Dalam bahagianya hidup kita, pasti juga ada saat dimana kita sedih. Ada suka, ada duka. *sok bijak*

 Æª(ˆˆ)ʃ

Jumat, 12 April 2013

FESPER 2013

Berbeda dengan camping-camping yang pernah ku ikuti, FESPER (Festival Pendidikan Rumah) memiliki konsep kemah keluarga, dimana pesertanya merupakan para keluarga yang menjalankan home education. Pada tanggal 5 April 2013, hadir sekitar 19 keluarga dari Tangerang, Jakarta, Semarang, Salatiga, Yogyakarta, dan Tegal. Kami pun berkemah selama 3 hari 2 malam di Bumi Perkemahan Wonogondang, Cangkringan, Yogyakarta.

Di hari pertama, aku berangkat bersama keluargaku, nabila (anaknya om Ilik dan tante Ririn), dan keluarga tante Ita. Kami berangkat jam setengah 2 dari rumahku dan sampai sana sekitar jam 5 karena banyak berhenti untuk bertanya jalan. Ketika sampai, kami bergegas turun dan mengambil nomor undian tenda sambil membawa ransel kami masing-masing. Keluargaku mendapat tenda nomor 1, sedangkan keluarga tante Ita mendapat tenda nomor 6. Nabila tidur di tenda keluargaku dan Elan tidur di tenda "anak laki-laki". Berhubung ada tenda yang menganggur, para anak laki-laki memutuskan untuk tidur bersama, begitu pula dengan anak-anak perempuannya. Udara yang sejuk dan dingin membuat badan jadi segar setelah 3 jam duduk di dalam mobil. Setelah menaruh ransel di tenda masing-masing, kami bebas bermain karena acara hari ini hanya bersantai dan berkenalan satu dengan yang lain. Malamnya, setelah sholat dan makan malam, para orang tua sibuk mengobrol tentang pendidikan anak sedangkan tim anak-anak juga sibuk..... bermain uno.

bermain kartu uno


Kukuruyuuuk! Aku pun terbangun mendengar suara ayam berkokok, kulihat jam di hpku, jam 4.30... aku rasa tidur sebentar lagi juga nggak apa-apa (kebo) :-P akhirnya aku tertidur lagi. Jam 4.50 orang tuaku terbangun, setelah itu membangunkanku dan Nabila. Kami segera ke kamar mandi, wudhu, lalu sholat Subuh. Pukul 6, seluruh peserta FESPER melaksanakan senam edukasi (lebih cocok disebut senam otak kayaknya) dilanjutkan dengan outbound. Siangnya, para orang tua mengikuti sarasehan oleh Ibu Lala dan Bapak Aar serta Ibu Septi dan Bapak Dodik. Sedangkan anak-anak dan remaja berkegiatan bersama Animal Friends Jogja. Di sore hari, anak-anak dan remaja tracking berjalan memutar bumi perkemahan tersebut. Di tengah perjalanan, turun hujan, kami pun memanfaatkan daun pisang sebagai payung darurat. Acara terakhir di hari kedua ini ialah api unggun dan pentas seni. Berhubung hujan, kami tidak jadi menyalakan api unggun, pentas seni pun berlangsung di pendopo.


Yudhis beraksi dengan gitarnya

Elan menunjukkan keahliannya bergitar

kehujanan
 Di hari ketiga, ada sarasehan oleh Bu Ellen Christi untuk para orang tua, sedangkan anak-anak dan remaja bebas bermain sepuasnya. Tidak puas dengan outbound kemarin, teman-teman Elan mencoba permainan lain yang ada, yang paling mereka suka adalah tali tarzan untuk bergelantungan, di bawahnya diberi lumpur sebagai rintangan.






Sabil berenang di kolam lumpur


Puas bermain dan berkemah, di penghujung acara, kita semua foto bersama dan pulang ke rumah masing-masing. Tidak sabar menunggu FESPER 2014 ni :D Insya Allah untuk tahun depan, Salatiga akan menjadi tuan rumahnya.

Jumat, 18 Januari 2013

Lomba Design Kaos

Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke 30, Majalah Griya Asri mengadakan lomba mendesain kaos. Aku belum pernah mendesain kaos sebelumnya, dan aku masih sangat pemula dalam hal desain. Iseng-iseng aku pun mengikutinya, paling nggak buat nambah pengalaman. Ini pertama kalinya aku mengikuti lomba mendesain kaos. Ternyata, mendesain kaos itu seru juga lo! Kita bisa menuangkan imajinasi kita dalam gambaran kaos itu. Pasti lebih wow kalo kita pake kaos hasil desain kita sendiri ;)

Kembali ke lomba --> Pemenang pertama dipilih oleh juri lomba, sedangkan 2 pemenang kedua dipilih dari jumlah like terbanyak (di Facebook).. Tolong bantu aku like design kaosku ya dengan cara:

1. Sign in di Facebook
2. KLIK INI agar kamu menuju langsung ke photo design kaosku
3. Klik LIKE :D
4. Tulis komentarmu (additional)

Terimakasih banyak, teman-teman ^u^

Senin, 31 Desember 2012

New Year

Made by me using my index finger and an I-pad

Happy New Year!!! Wishing you a Super Great 2013 (*^▽^*)

-new year, new spirit, new hope, new opportunity, new life-

Be better, guys ;D

Let's make some resolutions for 2013!

here are my resolutions :

  1. Keep my room (bedroom) n e a t ~ [every Sunday I'll check my bedroom, kalo kelihatannya berantakan, akan kurapikan, tapi kalo udah rapi, aku hanya akan memandanginya sambil tersenyum bangga, ahahahaha  (¯ ▽¯)╯]
  2. Sharing 'what i got this week' and 'my goal next week' with my fam every saturday.
  3. Learn + write down everything about horse, horseback riding and stable management in my Pony Note
That's all my resolutions for 2013, what's yours?

Kamis, 29 November 2012

Be a Tour Guide @Singapore - Day 1

I have a friend named Anis, he's as old as my sister, about 16yo. He lives in Semarang. He's a freelance designer, if you want to see his portofolio just visit his website or his tumblr. He and his lil sister are homeschooling, just like me and my brother. His family and my family are good  friends. We often discuss about education and our future.

Knowing that Singapore has a good education and my sister also study there, then he wanna study in Singapore too. That's why in 5 days, my sister and I become such a study tour guide for him to survey some design schools in Singapore.

Day H-1 : Wednesday, 21 November, 2012
19.00 ► Om Ilik and Tante Ririn (Kak Anis' parents) drove Kak Anis to my house in Salatiga,
so we can go to the Adisutjipto Airport in Yogyakarta together tomorrow morning. He have to stay one night in my house cos our flight will be depart at 07.25. It means that the gate will be close at 06.55 (30 minutes before the departure), at least we have to arrive at the airport at 6 o'clock, so we should leave home at 3 o'clock (a journey from Salatiga to Yogyakarta will take 'bout 3 hours), can you imagine if Kak Anis go to the Adisutjipto Airport from his house (Semarang)? It will take more hours cos from Yogya, Semarang is farther than Salatiga.

If you confuse why we choose Yogyakarta Airport even there's an airport in Semarang, the answer is simple: Cos it's an international airport where there is a direct flight to Singapore using A**A**A with low cost. Ahahaha

Day 1 : Thursday, 22 November, 2012
Today is a great day! We will go to Singapore by plane. Yeeaay!

02.00 ► we wake up early in the morning, it's sooooo cold here. It seems like the blanket is the most comfortable thing now, but I should fold it and take a bath (⌣_⌣..)

03.00  We've put all bags in the car. Everybody's already take a bath and drink hot chocolate :9 Yeay, we're ready to go to the airport! Bismillah.... We bring some bread so we can have a breakfast inside the car. My lil brother also bring some pillows so he can continue his sleep during the journey to Yogyakarta.

06.00  Alhamdulillah, we arrive on time. After we drop our baggage in the A**A**A counter, we pray Subuh in airport mosque and take a rest at D***** Doughnut. Oh ya, we didn't forget to check the number of bags that we carried and check all the important document. Usually children under 16 yo (like me -.-) will get YPTA letter that should be signed by his/her parent. YPTA is stands for Young Person Travel Alone. There will be 3 copy of this letter, one for the company data, one for stewardess inside the flight, and the last is for me.

06.30  It's time to me and Kak Anis to say goodbye to my parents and my lil brother. We should get in before the gate closed. "Assalamu'alaikum.. I'll miss ya all! " I see my parents and my lil brother waved goodbye from the outside. Kak Anis will be at Singapore for 5 days and I will be there for 1 month. I think the 'waved goodbye' doesn't mean sayonara, but it means "see you next month! I'm waiting for your amazing story 'bout your amazing experience in Singapore"

07.25 (GMT + 7)  The flight arrived in time. We walk into the plane and find our seats number.


Not long after that, our meals which is ordered on the internet is coming! I'm so glad that my mom ordered a kids meal for me cos I'll get a 3D puzzle plane. Finally, my stomach bell is stopping now. That was a delicious meal, thanks mom! I also share some of my meal to Kak Anis, and so did he.

10.45 (GMT + 8)  Finally, we arrived at Changi Airport, Singapore! It's my second time go to Singapore without my parents. I bought 2 handphones, one for my Indonesian number and one for my Singaporean number. Kak Anis wanna have a Singaporean number too for his i-phone, then we decided to go to the cellular counter inside the airport to buy a phone number.

12.30  we arrive at the apartment where Mbak Enes lives to drop our bags and take a rest for a while, just for a w h i l e . . . cos after this, a long journey will begin, eng ing eng! It starts with 2 pcs of bread for lunch, and then go in a hurry to meet Mbak Enes in Tanjong Pagar station, it's about 1 hour from the apartment which is located in Tampines (if we go by public transportation like mrt/train and bus).

14.00  bla bla bla we meet Mbak Enes in Tanjong Pagar station, we talk many things. Then we see the map inside the mrt station. We are going to go to FZD School of Design. After see and capture the map, we walk out of the station through exit B. We walk 'bout 500 m from the station to reach the school.

We had an appointment with an Indonesian people who works in FZD. She's from Surabaya. She told us everything about the school which is include the requirement, the cost, the education system, etc. We also look at the classes and the learning activities there.

15.00  I think 2 pcs of bread wasn't enough for us( ̄^ ̄), then we take a rest at a garden near the MRT station. Sitting, talking, stretching, straighten our legs, and eating some snacks.

Next destination is EXPO! There are electronic expo and clothes, hat, shoes, books, toys expo in this week. We are going to window shopping there! [kali-kali ada yg bagus + murah :-P]

16.30  We arrive at Expo. We feel like a car that runs out of fuel.. we need to refuel first before continuing the journey. So we decided to have a REAL lunch first before walking around in the huge and wide expo building.

18.30  For about 2 hours we walked around, looking for a good stuff with a good price. And the result is..... the three of us exit the expo building with a stack of brochures and 1 small plastic bag containing stylus pen. Ha-ha-ha-ha (/ ¯ ▽¯)/ we walked for 2 hours sampe kakinya gempor and just got 1 small stylus pen and a stack of brochures. Oh yeaah, that's what the real window shopping is.. Actually there are so many great stuffs there, but I think the price isn't great enough, maybe it because of the increase of currency exchange rate between Singapore Dollar and Rupiah..

19.15  Finally, we got home. We are very tired, especially in the legs, but that was an amazing experience!
We cook a corn soup and fried chicken for the dinner. After eat the dinner, we accompany Kak Anis to his apartment (he rented 1 room in that apartment for 5 days) in Pasir Ris. After that Mbak Enes and I go back home. At our apartment, we are massaging our tired feet and then go to bed to have a great dream. (• ˆ⌣ˆ •)

Good night everybody! Don't forget to read the second part of this story to see what we are doing in the second day in Singapore! :D Get ready for the next journey! Yipeee!

Jumat, 05 Oktober 2012

Doa di Balik Alamat E-mail

Waktu itu aku baru-baru saja pindah dari Depok ke Salatiga. Aku masih tinggal di rumah eyangku untuk sementara waktu. Tidak ada internet atau modem di rumah, kami sekeluarga pergi ke warnet untuk belajar membuat e-mail dengan orangtuaku sebagai gurunya. Aku belajar mengenal internet dan dunia maya di 1 bilik kecil warnet itu.

Data-data seperti nama, tempat tanggal lahir, dsb sudah selesai kuisi, tapi aku masih bingung, enaknya mau dikasih nama apa ya alamat e-mailku?

Karena aku bingung dan lama banget mikirnya, ibuku segera memberi usul nama alamat e-mail untukku, soalnya kalo kelamaan nanti mbayarnya tambah mahal Æª(‾ε‾)ʃ 

"Kasih nama NOTULALIT aja, Mbak!" usul ibuku.

"Boleh juga, Bu. Lucu namanya, yaudah itu aja, notulalit itu apaan sih bu?" tanyaku penasaran.

"Itu do'a ibu. (ˆ⌣ˆ)v" jawab ibuku.

"Emang apa artinya?"

"Tulalit = lola (loading lama), kalo diajak ngomong agak ga nyambung. Biar kamu nggak tulalit, ibu kasih nama notulalit (Not Tulalit = nggak tulalit) aja ya."

"Berarti sekarang aku tulalit ya bu?" (sebenernya aku masih belom begitu mudeng artinya tulalit)

"ngg... agak (^3^)"

(karena masih polos aku manut aja deh :P)

Dan begitulah, akhirnya nama alamat emailku notulalit@yahoo.com

karena lama nggak kubuka, terbakarlah alamat e-mailku itu. Aku pun ke warnet lagi untuk membuat alamat e-mail yang baru, tetap dengan nama 'notulalit', berubah jadi notulalit@gmail.com \( ¯ ▽¯)/

Sekarang, aku tidak tulalit lo ~(˘▾˘~) #bangga
Aku bisa berbincang-bincang dengan lancar, presentasi di depan banyak orang, menceritakan pengalamanku, menangkap pelajaran dengan baik, sharing ilmu yang kupunya, dan banyak hal lagi

semuanya berkat latihan, kerja keras, dan tentunya, do'a ibu.

Rabu, 26 September 2012

Jumping with Owen

this is the video when I was jumping with Owen, just to complete my story  (• ˆ⌣ˆ •) 


Kamis, 20 September 2012

Happy Birthday Mom




Here's raising a toast to the sweetest, dearest, coolest, greatest, gaul-est, the most cheerful, and the most caring mother in the world. You rock our world mom, \(^o^)/ have an amazing and awesome birthday! Yuhuuuuu
The best part of being a child like me is having a mother like you ♥ wish u all the best

 love u,
ur cute daughter ;) LOL

Horseracing

September 1-2, 2012

Go.. go.. go..! Do ur best!
Prepare for the pony race :)
Check carefully. Make sure that everything is installed properly
Bajunya yg merah menyala melambangkan semangatnya yg membara
competition
Champion of the pony race, Rizky
The pony race
Their eyes were watching over the horses. They were curious who will be the champion.
The photographer :P

Photos by : me ;)
Taken with : Nikon D5100












Selasa, 18 September 2012

My Holiday

The Mountain
(Photographed from a plane)

I spent my holiday in Singapore. My sister asked me to accompany her (she's studying in Singapore). Actually she was in a LONG holiday, her holiday was about for 2 months. But, she has a lot of activities there. She can't go home (to Indonesia) soon. So, I came to Singapore and spent my holiday there.

We were having fun all the day. Sometimes we felt that 24 hours a day is not enough to do all the activities that we should do in that day. Sometimes we got bored too and just eat, sleep, eat, sleep, watching movie, have a snack, etc XP

Besides sightseeing in Singapore, I also joined my sister's activities, like playing angklung (Indonesian traditional musical instrument), teaching Jarimatika (the counting method that using fingers), etc.

One day, in our spare time, we decided to go to the park. There, we rented a double bicycle and took a lot of picture :D I tried to make a Panning photo.

My busy day was ended when my mother asked my sister to go to Iran. There's a Moslem Woman Conference. My mom participate in that conference and allowed to bring one person to the conference.

In the end, I was  a l o n e  in Singapore.

I didn't know what should I do there. Wish there was a prince came and broke the silence (◦^ʃƪ^◦)
Finally, I make a list of my own activities in Singapore. Such as riding horse, walking around, photographing, riding horse again, walking around, photographing, riding horse, walking around, photographing, windowshopping, playing angklung, etc. ( ̄▽ ̄) hahaha

I joined angklung concert which was held at Tampines (near my residence) [padahal baru masuk groupnya, baru latian 2x pula]. Meskipun salah pake sendal, tapi konser tetap berjalan lancaaaaar :D jadi ceritanya, tante-tante angklung sedang membicarakan soal kostum, "untuk bagian sepatunya pake selop aja." dalam bayanganku yang dimaksud selop itu sandal bakpao karet. Kalo sandal bakpao, aku punya. Dengan yakin aku pake sandal bakpao ke konser angklung. Sesampainya di tempat konser, semua langsung kaget, masak mau pentas pake sandal bakpao. Ternyata yang dimaksud selop itu sandal/sepatu 'high heel' xD untung ada salah seorang tante yang bawa 2 sandal. Akhirnya aku dipinjami 1. Konser pun berjalan lancar╭(^▽^)╯

In the next day, early in the morning, I went to NEC (National Equestrian Center). I rode a horse accompanied by a coach, Mr. Dicky Mardiyanto. He is Indonesian people who works at Singapore. [dulu Pak Dicky pernah jadi pelatih di Arrowhead stable]

Pak Dicky
After rode the horse, I took a walk/sightseeing at Singapore and photographing the beautiful scenery.
[metode jalan-jalanku : bingung mau ke mana --> tanya referensi tempat yang bagus --> masuk kereta --> kira-kira ada tempat bagus, asal turun, tanya2 jalan :P --> having fun!]

Here are some photos when I was sightseeing in Singapore
(all photos were taken by me with Nikon D5100)

Om Roy, professional horse rider ;)
Pak Yana, the groom, ahli kepang kuda


Nanno, He is so pretty *o*

Lando


Pak Yana found a snake

National Equestrian Center

Koi Pond at  Chinese Garden

Chinese Garden

Zheng He (Ceng Ho)
Everything is red at  Chinese Garden


Chinese Garden's bridge


Turtle  and Fish Pond at Chinese Garden





Rabu, 29 Agustus 2012

Elan, Hachi, dan Belon

Lebaran tiba! Mbak enes pulang ke Indonesia :D aku dan seluruh saudaraku (include sepupu) bermain bersama dan jalan2 di kota salatiga. Pulangnya, kami mampir ke rumahku dulu (NB : rumahku jg di kota yg sama ^^), terlihat bapakku sedang kebingungan di halaman depan.

"Hachi hilang.." [wajah suram]

Waaaaaaa :o semua langsung shock
Kronologi kejadiannya : ada truk mau parkir di depan rmh, Hachi ketakutan karena suaranya bergemuruh. Saking ketakutannya dia bisa njebol atap kandangnya dan lari ke kamar bapakku. Masih juga ketakutan dengan suara truknya, Hachi pun lari lagi loncat jendela dan keluar lalu menghilang..

Aku, mbak enes, dan saudara2ku langsung berpencar mencari Hachi. Tidak ada yg menemukannya.
Akhirnya semua pasrah, diikhlaskan saja. 1 jam kemudian, ketika jam makan siang Hachi, ada seekor kucing putih berjalan masuk gerbang rumah... Hachi! Sepertinya dia mulai lapar dan mencari jalan pulang xD

Esoknya, ada 2 kucing kampung datang ke rmh. 1 jantan 1 betina. Kyknya Hachi naksir yg betina ;P waktu jalan2 sore, Hachi berpapasan sama kucing yg jantan. Mereka pun setengah berantem (cuma adu suara, terus Hachinya lebih tertarik berantem sama daun -____-).

Merasa menang, Hachi pun mendekati sang betina. Kami menamainya Belon karena motif rambutnya kembang telon (3warna). Setelah itu Hachi menunjukkan kejantanannya. Kalau berhasil, kemungkinan anaknya unik, Persia kembang telon :D

Elan : "mbak..! Mbak..! Momen bagus! Foto2!"
Ara : "apa to?" (Jalan ke depan ....... shock)
Enes : (segera memfoto)
Ara : "kok bisa gitu?"
Elan : "gatau, Hachi sendiri yg gitu.."
Enes : "Hachi kyk bule, seleranya yg kyk gitu.. wah nnt anaknya bagus no, unik!"
Jengjeng... inilah hasilnya :

Sorenya Belon tidur di atas kandang Hachi dengan beralas handuk.

Kami berencana memberi makan Belon.

"Ambil sisa nasi trs dicampur sisa ayam ato ikan aja lan."
Elan : "hah? Masak kucing makannya kyk gitu?"
"-____- emangnya semua kucing makannya kyk Hachi? kalo kamu kasih biscuit kucing malah bisa mencret ntar"

Ckckck, Elan Elan...

2 hari kemudian Belon berkelana lagi, entah kemana... semoga nnt mampir lagi ke sini ^^